Selasa, 25 Februari 2014

Pulau Pawole



terletak di sebelah timur Pulau Kakara atau barat Pulau Tagalaya dan dapat dicapai dari pelabuhan Tobelo.untuk mencapai Pulau Pawole
untuk mencapai Pulau Pawole Tidak tersedia transportasi umum, sehingga untuk ke sana hanya dapat dilakukan dengan menyewa perahu tradisional ketinting.
Meskipun hampir seluruh pesisir pulaunya didominasi oleh bebatuan karang namun pasir putih yang ditawarkan oleh pulau Pawole merupakan yang terbaik di antara pulau-pulau kecil yang tersebar di Kota Tobelo. Sebagai salah satu pulau terluar, Pawole memiliki arus laut yang tergolong deras apabila dibandingkan dengan pulau-pulau sejenis lainnya. Selain berenang dan snorkeling, berjalan mengitari pulau dapat menjadi kegiatan lain yang menantang. Dengan diameter pulau yang kecil, Pawole dapat dikelilingi dengan berjalan kaki hanya 15 menit saja. Namun untuk yang satu ini hanya dapat dilakukan pada saat air laut sedang surut.

Pulau Meti t
erletak di Desa Todokuiha,Desa Todokuiha terletak di selatan Tobelo (Mawea).
Dari pelabuhan Todokuiha tersedia transportasi umum dengan menggunakan perahu tradisional ketinting ± 20 menit perjalanan. dan merupakan tujuan wisata akhir pekan bagi masyarakat sekitar. Meskipun pantainya sendiri tidaklah terlalu bagus namun seperti halnya pantai-pantai di Halmahera Utara pada umumnya, hamparan pasir putih dan air laut yang jernih dapat di temui di pulau ini.
Bagi anda yang menyukai petualangan, berjalan mengintari pulau ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Di sisi timur Meti anda dapat melihat daratan Kabupaten Halmahera Timur dari jauh sedangkan pada bagian lainnya anda akan menjumpai kumpulan batu karang yang sangat indah dan terdapat pula hutan yang masih alami. Pulau Meti dapat menjadi alternatif wisata

Taman Laut Tobotobo
Taman Laut Tobotobo adalah Tempat yang memiliki taman laut yang sangat indah sehingga sangat disarankan untuk kegiatan snorkling ataupun diving. Terletak di Desa Tobotobo Kecamatan Loloda Kepulauan. Di desa Tobotobo juga terdapat ribuan kelelawar yang hidup di pepohonan bakau serta tempat mandi burung merpati putih dan biru. Tempat ini dapat di jangkau dengan transportasi laut.
untuk dapat mencapai objek wisata taman laut tobotobo Tersedia kapal penumpang 2 kali seminggu dari pelabuhan Tobelo ke Loloda,perjalanan memerlukan waktu sekitar± 9 jam . Meskipun Tobotobo dapat dijangkau dari setiap desa di Loloda,pulau Dorume merupakan pilihan terbaik untuk transit.Taman Laut Tobotobo hanya berjarak sekitar± 15 menit dari Dorume dengan speedboat yang dapat disewa dari penduduk setempat
 
sumber:  http://wisatamaluku.wordpress.com/obyek-wisata-maluku/wisata-halmahera-utara

Pulau Dodola


Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba,ibukota Kecamatan Morotai Selatan.Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai.
Pulau ini dikelilingi oleh hamparan pantai berpasir putih yang sangat luas yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil.
Di sini wisatawan dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda, kasar dan halus. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang dan menyelam bersama keluarga di akhir pekan. Terdapat juga pulau-pulau lain di sekitar Dodola yang dapat anda jelajahi.
Untuk mencapai pulau dodola wisatawan dapat menggunakan kapal penumpang,dari Tobelo menuju daruba,dan melanjutkan dengan menggunakan seedboat menuju Pulau Dodola yang memakan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Selain keindahan alamnya, Dodola juga menyimpan banyak kenangan sejarah Perang Dunia II. Menurut para saksi sejarah, dahulu tempat ini sering dikunjungi Jendral McArthur dan pasukannya untuk berwisata.

sumber:  http://wisatamaluku.wordpress.com/obyek-wisata-maluku/wisata-halmahera-utara/

Wisata Halmahera Utara


Kabupaten Halmahera Utara adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku Utara, Indonesia.Sejak dulu suku-suku di Halmahera Utara telah mengenal istilah O Dumule (bahasa Tobelo) dan De O Doro (bahasa Galela) yang artinya bertanam di kebun. Secara turun temurun telah dikenal berbagai jenis pisang dan umbi-umbian sebagai tanaman hasil pertanian, juga dikenal sistem berladang padi gogo. Masyarakat Halmahera Utara juga mengenal cara meramu pohon sagu untuk diambil patinya.
Informasi Beberapa Objek Wisata Di Halmahera Utara:
 
Pulau Tagalaya
 
Pulau Tagalaya merupakan satu dari gugusan pulau-pulau kecil yang tersebar di depan kota Tobelo.pulau tagalaya dapat di tempuh Dari pelabuhan Tobelo,tersedia transportasi umum dengan menggunakan perahu tradisional,untuk sampai ke Pulau tagalaya memerlukan waktu sekitar ± 20 menit perjalanan.
jalur Alternatif lain adalah dengan menyewa speedboat. Pulau Tagalaya memiliki arus laut yang tenang dengan hamparan pantai berpasir putih luas yang mengelilingi pulau. Di ujung utara pulau ini terdapat bebatuan karang yang indah.
Terumbu karang dan beragam biota laut yang berada di kedalaman antara 2-10 meter dalam kondisi baik dapat ditemui diperairan pulau tagalaya ini. Pepohonan bakau yang tumbuh di atas pasir putih dan terumbu karang yang dapat dijumpai di sekitar akar bahar akan memberikan pengalaman tersendiri bagi anda yang senang menyelam.Pulau tagalaya sangat pas buat liburan di akhir pekan bersama keluarga

sumber:  http://wisatamaluku.wordpress.com/obyek-wisata-maluku/wisata-halmahera-utara/

Benteng Amsterdam


Wisata Sejarah – Benteng Amsterdam – Ambon – Provinsi Maluku
FortAmsterdam02 indostartrekTerletak di desa Hila, kira-kira 1 jam dengan mobil dari Ambon
Benteng Amsterdam merupakan bangunan tua yang sudah berusia ratusan tahun, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah penguasaan VOC di Ambon. Benteng ini terletak di tepi pantai yang sangat tenang dan indah, atapnya sudah terpasang rapi.  Warna merahnya mencorok.  Kontras dengan laut biru di belakang benteng.  Itu bukan atap asli.  Yang masih asli peninggalan Belanda dalam benteng ini adalah lantai batunya, tembok semen, dan kayu-kayu penopang beserta tangga menuju lantai atas.  Juga teras kayu di lantai dua.
Benteng Amsterdam menurut Francois Valentijn dalam buku ‘Beschrijving van Amboina’ (Tulisan tentang Ambon).  Gambar inilah yang jadi acuan renovasi benteng.   benteng ini dulu dibangun oleh Portugis pada tahun 1512 kemudian diambil alih oleh Belanda pada abad ke-17. 
Menurut booklet ‘Ambon Island’ , dikatakan bahwa benteng ini merupakan benteng kedua yang dibangun oleh Belanda, setelah benteng Kasteel Van Verre di dekat Seith hancur.
Benteng Amsterdam didirikan pada masa perdagangan rempah-rempah di awal abad ke – 17, setelah VOC – Vereenigde Oost Indische Compagnie – dibentuk oleh Heeren Zeventien di Belanda.  G.E. Rumphius pernah tinggal di benteng ini, menulis buku-buku tentang flora dan fauna Ambon.
Georg Everhard Rumphius adalah seorang naturalis dan ahli sejarah dari Jerman (1627 – 1702).  Selain menulis tentang flora dan fauna Ambon, ia juga menulis tentang gempa dan tsunami yang melanda Maluku dalam bukunya yang berjudul ‘ Waerachtigh Verhael Van de Schrickelijcke Aerdbevinge’.  Gempa dan tsunami itu terjadi pada tanggal 17 Februari 1674, mengakibatkan kerusakan parah desa-desa di pesisir utara Pulau Ambon dan bagian selatan Pulau Seram.  Buku-buku karya G.E. Rumphius bisa kita lihat di Perpustakaan Rumphius yang dikelola oleh Andreas Petrus Cornelius Sol MSC di komplek Pastoran Paroki Santo Franciscus Xaverius, Ambon.
Memasuki benteng, di dekat pintu masuk kita akan menemui prasasti dengan lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.  Prasasti tersebut bertuliskan :
BENTENG AMSTERDAM
Mulai Dibangun Oleh :  GERARD DEMMER Pada Tahun 1642
Kemudian diperluas dan diperbesar oleh : ARNOLD De VLAMING Van OUDS HOORN
Pada Tahun 1649 hingga Tahun 1656

sumber:  wisatamaluku.wordpress.com/wisata-provinsi-maluku/benteng-amsterdam/


Wisata Sejarah dan Budaya Tidore Diminati Wisatawan


- Obyek wisata budaya dan sejarah di Maluku Utara (Malut) dalam beberapa bulan terakhir ini diminati wisatawan nusantara dan mancanegara.

Di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) misalnya, menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Tikep, Asrul Sani Soleman di Ternate, Jumat (31/1/2014), tercatat lebih dari 3.000 wisatawan nusantara dan mancanegara yang meminati pariwisata Kota Tikep dengan menikmati berbagai obyek wisata yang dibarengi dengan berbagai kegiatan dalam rangka mempromosikan pariwisata tersebut.

Menurut Asrul, jika dibandingkan dengan tahun 2012, angka kunjungan wistawan di awal tahun ini terjadi peningkatan cukup besar. Hal ini dibarengi dengan adanya promosi yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.

"Keraton Kesultanan Tidore menjadi salah satu obyek wisata yang paling banyak dikunjungi. Selain itu benteng peninggalan Portugis, yaitu Benteng Tahula dan Benteng Tore yang berdekatan dengan Keraton Kesultanan Tidore maupun bekas Benteng Spanyol di sejumlah tempat di Tidore," ujarnya.

Selain itu, dengan adanya kecenderungan peningkatan kunjungan wisatawan ini, maka kejayaan Tidore masa lalu harus diangkat kembali, karena orang Eropa telah mengenal Tidore sejak 900 tahun lalu.

"Tidore dari sisi perdagangan telah go international melalui perdagangan cengkeh dan pala sejak 900 tahun yang lalu. Upaya untuk bagaimana orang datang di Tidore maka budaya dan rempah-rempah, kuliner dan kekayaan budaya lainnya diangkat ke permukaan," ucapnya.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Kota Tikep memberi apresiasi kepada Wali Kota Tikep yang telah menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang daerah.

Asrul mengakui, sebagai instansi yang menangani langsung sektor pariwisata, pihaknya tetap berupaya untuk menjadikan Tidore dengan daya tariknya agar orang-orang semakin datang ke Tidore.

"Tentu ini harus dilakukan dengan upaya yang maksimal, sehingga beberapa faktor yang menjadikan daya tarik orang datang ke Tidore harus dilakukan dengan baik," katanya.

sumber:  http://travel.kompas.com/read/2014/02/01/1803285/Wisata.Sejarah.dan.Budaya.Tidore.Diminati.Wisatawan

Potensi Pariwisata maluku utara


Potensi pariwisata di daerah ini berupa wisata budaya dan purbakala, sejarah, adat
istiadat yang dikenal dengan Kesultanan Moloku Kie Raha. Peninggalan-peninggalan
sejarah masa silam antara lain Kadaton Sultan Ternate dan Kadaton Sultan Tidore.
Potensi wisata bahari berupa pulau-pulau dan pantai yang indah dengan taman laut
serta jenis ikan hias, merupakan potensi utama dalam rangka mengembangkan
wisata bahari. Wisata alam seperti batu lubang yang tersebar hampir diseluruh
wilayah, hutan Wisata yang dapat diperuntukan bagi kepentingan taman nasional
yang memiliki spesies endemik ranking ke 10 di dunia.
Kawasan suaka alam yang terdiri dari beberapa jenis, baik di daratan maupun
wilayah perairan laut yang tersebar pada berbagai lokasi seperti; Cagar Alam
Gunung Sibela di Pulau Bacan, Cagar Alam di Pulau Obi, Cagar Alam Taliabu di
Pulau Taliabu, Cagar Alam Pulau Seho.

sumber: http://adhita.student.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_21.pdf

wisata sejarah dimaluku utara

 


Keratorn Kesultanan TernateProvinsi Maluku utara terletak di Bagian Timur Indonesia, provinsi ini memiliki banyak sekali sejarah yang tercipta disana, salah satunya adalah Kerajaan Islam Tertua di Indonesia.
Kerajaan Ternate adalah Kerajaan Islam yang paling tertua di Indonesia didirikan oleh BAAB MASHUR MALAMO (1257). Kesultanan Ternate memiliki peran penting dikawasan timur Nusantara antara abad ke – 13 hingga abad ke – 17. Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan timur nusantara sejak abad XIII hingga abad XVII. Di masa keemasannya, yakni pada abad XVI, kekuasaan kesultanan membentang mulai dari seluruh wilayah di Maluku, Sulawesi Utara, kepulauan- kepulauan di Filipina selatan, hingga kepulauan Marshall di pasifik.
Istana Kerajaan Kesultanan Ternate terletak di dataran pantai di Kampung Soa-Sio, Kelurahan Letter C, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Letak Istana Kesultanan Ternate tidak jauh dari pusat kota
Pada tanggal 7 Desember 1976, Istana Kesultanan Ternate dimasukkan sebagai benda cagar budaya. Para ahli waris Kesultanan Ternate dipimpin oleh Sultan Muda Mudzafar Syah, menyerahkan istana kesultanan ini kepada Pemerintah Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk dipugar, dipelihara dan dilestarikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Istana ini dipagari oleh dinding berketinggian lebih dari 3 meter, yang menyerupai benteng. Di lingkungan istana ini juga terdapat komplek pemukiman raja dan keluarganya, dan komplek makam para pendahulu kesultanan. Istana bergaya Eropa yang menghadap ke arah laut ini, berada dalam satu komplek dengan mesjid kesultanan yang didirikan oleh Sultan Hamzah, Sultan Ternate ke-9.
Desain interior istana penuh dengan hiasan emas. Di ruang kamar bagian dalam terdapat peninggalan pakaian dari sulaman benang emas yang mewah, perhiasan-perhiasan dari emas dan kalung raksasa dari emas murni, mahkota, kelad bahu, kelad lengan, giwang, anting-anting, cincin, dan gelang yang hampir kesemuanya terbuat dari emas. Hal ini merupakan indikator bahwa Kesultanan Ternate pernah mengalami masa kejayaan.
Di samping itu, istana megah ini juga menyimpan, merawat dan memamerkan benda-benda pusaka milik kesultanan, seperti senjata (senapan, meriam kecil, peluru-peluru bulat, tombak, parang dan perisai), pakaian besi, pakaian kerajaan, topi-topi perang, alat-alat rumah tangga, dan naskah-naskah kuno (Al-Quran, maklumat, dan surat-surat perjanjian).
Tidak jauh dari istana, terdapat warung-warung yang berjualan cinderamata dan makanan khas Maluku Utara seperti, papeda (sagu), ketam kenari, halua kenari, bagea, serta ikan hasil olahan, seperti ikan fufu ( ikan asap) dan gohu ikan. Selain Kerajaan Islam Kota Ternate banyak sekali terdapat benteng-benteng peninggalan bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda sehingga Kota Ternate dijuluki dengan kota seribu benteng.

sumber: http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/id/displayberita.php?in=146&ia=82