Rabu, 26 Februari 2014

Tempat Pariwisata Maluku Utara





















sumber: 252Fs640%252Fpantai%252Bora.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fzonapariwisata.blogspot.com%252F2012%252F04%252Fpantai-ora-maluku-pantai-indah-di-timur.html%3B560%3B380

Banyak 'Harta Karun' di Keraton Ternate, Maluku Utara


  Maluku punya banyak jenis wisata yang bisa dinikmati traveler, mulai dari alam sampai sejarah. Salah satu tempat untuk melihat kekayaan sejarah di Maluku Utara adalah Keraton Kerajaan Ternate. Ssst, banyak 'harta karun' di sini!
Tak hanya Yogyakarta atau Surakarta yang punya kesultanan. Di Maluku Utara terdapat Kesultanan Ternate yang dulu bernama Kerajaan Gapi. Wisatawan bisa berkeliling keraton yang punya banyak harta karun ini.
Ternate di Maluku Utara berukuran cukup kecil, dengan Gunung Gamalama di tengahnya. Hanya perlu sekitar 2 jam berkendara mengelilingi Ternate.
Sebelum dikenal dengan nama Kesultanan Ternate, dulunya bernama Kerajaan Gapi. Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada 1257, ini termasuk kerajaan Islam tertua di wilayah Maluku setelah Kesultanan Tidore pada tahun 1110.
Saat saya memandang gambar mahkota Sultan Ternate, juru kunci kesultanan bercerita tentang keunikan mahkota tersebut. Mahkota ini terdiri dari rambut dan dihiasi beberapa batu alam dan perhiasan emas, perak, perunggu, permata, intan, batu akik safir dan zamrud. Bayangkan cantiknya!
Konon, mahkota ini ternyata punya keajaiban. Masyarakat setempat percaya, rambutnya bisa tumbuh menjadi panjang.
Terdapat foto beberapa Sultan sebelumnya yang mengenakan mahkota dengan rambutnya yang sedang panjang. Mahkota yang bisa panjang rambutnya ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan milik Kesultanan Tidore yang sudah tidak memiliki Sultan sejak tahun 1940-an.
Kesultanan Ternate punya banyak harta karun. Selain mahkota penuh perhiasan, bangunan dan sejarah yang tergores di sini tak ternilai harganya. Yuk, ke sana!
  Kadaton Sultan Ternate 
 
sumber:  http://travel.detik.com/readfoto/2013/09/22/151200/2075988/1026/1/banyak-harta-karun-di-keraton-ternate-maluku-utara

Tempat Wisata di Maluku Utara


Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa Maluku, contohnya Maluku Utara, merupakan salah satu tempat yang kaya akan budaya, seni, tradisi, dan keindahan alam yang elok.
Tidak heran jika banyak Tempat Wisata di Maluku Utara yang masuk dalam agenda para traveler.
Maluku Utara menjadi tempat menarik bagi banyak pecinta traveling untuk memenuhi kegemarannya mengunjungi tempat-tempat menarik di Indonesia. Berbagai jenis wisata dapat dipilih disana.
Tidak terbatas pada wisata alam yang menyegarkan pikiran, tetapi juga sarat akan wisata budaya dan sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Wisata Alam
Wisata alam menjadi salah satu tujuan yang biasa dicapai oleh banyak para wisatawan. Dengan adanya berbagai keindahan alam yang masih sangat alami, kita dapat menyegarkan kembali pikiran serta melepaskan kepenatan.
Pulau Maitara
Pulau Maitara menjadi salah satu Tempat Wisata di Maluku Utara yang sangat terkenal karena terpampang pada salah satu sisi uang seribuan yang dikeluarkan oleh BI. Pulau ini sangat eksotis dan terletak diantara pulau Ternate serta Tidore.
Pulau ini dirawat dan terjaga keindahannya. Lingkaran pantai yang berpasir putih menjadi keindahan tersendiri pulau ini. keindahan bawah lautnya pun patut diacungi jempol.
Pantai Sulamadaha
Pantai Sulamadaha merupakan salah satu objek wisata alam yang menjadi tujuan wisata yang patut di masukkan dalam daftar Tempat Wisata di Maluku Utara ketika kita ke sana.
Pantai ini memiliki pasir berwarna hitam namun nyaman untuk bersantai. Diving dan snorkeling menjadi aktivitas menyenangkan disana.

Keindahan teluk Saomadaha membuat pantai ini terlihat sempurna. Teluk ini terletak di bagian kiri atau ke barat dari pantai. Berbagai aktivitas menyenangkan dapat dilakukan, terutama bagi mereka yang menyukai tantangan.

Wisata Budaya dan Sejarah
Selain keelokan alam di Maluku Utara, keunikan dan lestarinya budaya dan sejarah disana sangat menarik untuk ditelusuri. Terdapat beberapa Tempat Wisata di Maluku Utara yang dapat dikunjungi untuk memenuhi rasa ingin tahu terhadap budaya dan sejarah di sana.

Benteng Toluko
Berbagai bangunan peninggalan sejarah dapat ditemukan di Maluku Utara. Bangunan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya tersendiri. Salah satunya ialah benteng Toluko yang merupakan benteng peninggalan Portugis dan Belanda ini.
Benteng ini terletak di kota Ternate di kawasan utara. Meskipun benteng ini dibangun pada tahun 1540, namun bangunan ini sangat terawat sehingga dapat dikunjungi sebagai salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya kita.

Kesultanan Ternate
Kesultanan ternate atau juga disebut sebagai Kedaton Ternate menjadi salah satu Tempat Wisata di Maluku Utara yang terkenal. Kesultanan ini terletak di atas perbukitan Limau Santosa. Memiliki luas lebih dari 44.000 meter persegi.
Di sini disimpan berbagai benda peninggalan sultan ternate, salah satunya yang melegenda ialah mahkota raja Ternate. Mahkota ini sangat unik karena terdapat helaian rambut yang terus tumbuh meskipun selalu dipotong ketika hari raya Qurban.

sumber:  http://www.perempuan.com/read/tempat-wisata-di-maluku-utara

Selasa, 25 Februari 2014

Pulau Pawole



terletak di sebelah timur Pulau Kakara atau barat Pulau Tagalaya dan dapat dicapai dari pelabuhan Tobelo.untuk mencapai Pulau Pawole
untuk mencapai Pulau Pawole Tidak tersedia transportasi umum, sehingga untuk ke sana hanya dapat dilakukan dengan menyewa perahu tradisional ketinting.
Meskipun hampir seluruh pesisir pulaunya didominasi oleh bebatuan karang namun pasir putih yang ditawarkan oleh pulau Pawole merupakan yang terbaik di antara pulau-pulau kecil yang tersebar di Kota Tobelo. Sebagai salah satu pulau terluar, Pawole memiliki arus laut yang tergolong deras apabila dibandingkan dengan pulau-pulau sejenis lainnya. Selain berenang dan snorkeling, berjalan mengitari pulau dapat menjadi kegiatan lain yang menantang. Dengan diameter pulau yang kecil, Pawole dapat dikelilingi dengan berjalan kaki hanya 15 menit saja. Namun untuk yang satu ini hanya dapat dilakukan pada saat air laut sedang surut.

Pulau Meti t
erletak di Desa Todokuiha,Desa Todokuiha terletak di selatan Tobelo (Mawea).
Dari pelabuhan Todokuiha tersedia transportasi umum dengan menggunakan perahu tradisional ketinting ± 20 menit perjalanan. dan merupakan tujuan wisata akhir pekan bagi masyarakat sekitar. Meskipun pantainya sendiri tidaklah terlalu bagus namun seperti halnya pantai-pantai di Halmahera Utara pada umumnya, hamparan pasir putih dan air laut yang jernih dapat di temui di pulau ini.
Bagi anda yang menyukai petualangan, berjalan mengintari pulau ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Di sisi timur Meti anda dapat melihat daratan Kabupaten Halmahera Timur dari jauh sedangkan pada bagian lainnya anda akan menjumpai kumpulan batu karang yang sangat indah dan terdapat pula hutan yang masih alami. Pulau Meti dapat menjadi alternatif wisata

Taman Laut Tobotobo
Taman Laut Tobotobo adalah Tempat yang memiliki taman laut yang sangat indah sehingga sangat disarankan untuk kegiatan snorkling ataupun diving. Terletak di Desa Tobotobo Kecamatan Loloda Kepulauan. Di desa Tobotobo juga terdapat ribuan kelelawar yang hidup di pepohonan bakau serta tempat mandi burung merpati putih dan biru. Tempat ini dapat di jangkau dengan transportasi laut.
untuk dapat mencapai objek wisata taman laut tobotobo Tersedia kapal penumpang 2 kali seminggu dari pelabuhan Tobelo ke Loloda,perjalanan memerlukan waktu sekitar± 9 jam . Meskipun Tobotobo dapat dijangkau dari setiap desa di Loloda,pulau Dorume merupakan pilihan terbaik untuk transit.Taman Laut Tobotobo hanya berjarak sekitar± 15 menit dari Dorume dengan speedboat yang dapat disewa dari penduduk setempat
 
sumber:  http://wisatamaluku.wordpress.com/obyek-wisata-maluku/wisata-halmahera-utara

Pulau Dodola


Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba,ibukota Kecamatan Morotai Selatan.Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai.
Pulau ini dikelilingi oleh hamparan pantai berpasir putih yang sangat luas yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil.
Di sini wisatawan dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda, kasar dan halus. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang dan menyelam bersama keluarga di akhir pekan. Terdapat juga pulau-pulau lain di sekitar Dodola yang dapat anda jelajahi.
Untuk mencapai pulau dodola wisatawan dapat menggunakan kapal penumpang,dari Tobelo menuju daruba,dan melanjutkan dengan menggunakan seedboat menuju Pulau Dodola yang memakan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Selain keindahan alamnya, Dodola juga menyimpan banyak kenangan sejarah Perang Dunia II. Menurut para saksi sejarah, dahulu tempat ini sering dikunjungi Jendral McArthur dan pasukannya untuk berwisata.

sumber:  http://wisatamaluku.wordpress.com/obyek-wisata-maluku/wisata-halmahera-utara/

Wisata Halmahera Utara


Kabupaten Halmahera Utara adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku Utara, Indonesia.Sejak dulu suku-suku di Halmahera Utara telah mengenal istilah O Dumule (bahasa Tobelo) dan De O Doro (bahasa Galela) yang artinya bertanam di kebun. Secara turun temurun telah dikenal berbagai jenis pisang dan umbi-umbian sebagai tanaman hasil pertanian, juga dikenal sistem berladang padi gogo. Masyarakat Halmahera Utara juga mengenal cara meramu pohon sagu untuk diambil patinya.
Informasi Beberapa Objek Wisata Di Halmahera Utara:
 
Pulau Tagalaya
 
Pulau Tagalaya merupakan satu dari gugusan pulau-pulau kecil yang tersebar di depan kota Tobelo.pulau tagalaya dapat di tempuh Dari pelabuhan Tobelo,tersedia transportasi umum dengan menggunakan perahu tradisional,untuk sampai ke Pulau tagalaya memerlukan waktu sekitar ± 20 menit perjalanan.
jalur Alternatif lain adalah dengan menyewa speedboat. Pulau Tagalaya memiliki arus laut yang tenang dengan hamparan pantai berpasir putih luas yang mengelilingi pulau. Di ujung utara pulau ini terdapat bebatuan karang yang indah.
Terumbu karang dan beragam biota laut yang berada di kedalaman antara 2-10 meter dalam kondisi baik dapat ditemui diperairan pulau tagalaya ini. Pepohonan bakau yang tumbuh di atas pasir putih dan terumbu karang yang dapat dijumpai di sekitar akar bahar akan memberikan pengalaman tersendiri bagi anda yang senang menyelam.Pulau tagalaya sangat pas buat liburan di akhir pekan bersama keluarga

sumber:  http://wisatamaluku.wordpress.com/obyek-wisata-maluku/wisata-halmahera-utara/

Benteng Amsterdam


Wisata Sejarah – Benteng Amsterdam – Ambon – Provinsi Maluku
FortAmsterdam02 indostartrekTerletak di desa Hila, kira-kira 1 jam dengan mobil dari Ambon
Benteng Amsterdam merupakan bangunan tua yang sudah berusia ratusan tahun, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah penguasaan VOC di Ambon. Benteng ini terletak di tepi pantai yang sangat tenang dan indah, atapnya sudah terpasang rapi.  Warna merahnya mencorok.  Kontras dengan laut biru di belakang benteng.  Itu bukan atap asli.  Yang masih asli peninggalan Belanda dalam benteng ini adalah lantai batunya, tembok semen, dan kayu-kayu penopang beserta tangga menuju lantai atas.  Juga teras kayu di lantai dua.
Benteng Amsterdam menurut Francois Valentijn dalam buku ‘Beschrijving van Amboina’ (Tulisan tentang Ambon).  Gambar inilah yang jadi acuan renovasi benteng.   benteng ini dulu dibangun oleh Portugis pada tahun 1512 kemudian diambil alih oleh Belanda pada abad ke-17. 
Menurut booklet ‘Ambon Island’ , dikatakan bahwa benteng ini merupakan benteng kedua yang dibangun oleh Belanda, setelah benteng Kasteel Van Verre di dekat Seith hancur.
Benteng Amsterdam didirikan pada masa perdagangan rempah-rempah di awal abad ke – 17, setelah VOC – Vereenigde Oost Indische Compagnie – dibentuk oleh Heeren Zeventien di Belanda.  G.E. Rumphius pernah tinggal di benteng ini, menulis buku-buku tentang flora dan fauna Ambon.
Georg Everhard Rumphius adalah seorang naturalis dan ahli sejarah dari Jerman (1627 – 1702).  Selain menulis tentang flora dan fauna Ambon, ia juga menulis tentang gempa dan tsunami yang melanda Maluku dalam bukunya yang berjudul ‘ Waerachtigh Verhael Van de Schrickelijcke Aerdbevinge’.  Gempa dan tsunami itu terjadi pada tanggal 17 Februari 1674, mengakibatkan kerusakan parah desa-desa di pesisir utara Pulau Ambon dan bagian selatan Pulau Seram.  Buku-buku karya G.E. Rumphius bisa kita lihat di Perpustakaan Rumphius yang dikelola oleh Andreas Petrus Cornelius Sol MSC di komplek Pastoran Paroki Santo Franciscus Xaverius, Ambon.
Memasuki benteng, di dekat pintu masuk kita akan menemui prasasti dengan lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.  Prasasti tersebut bertuliskan :
BENTENG AMSTERDAM
Mulai Dibangun Oleh :  GERARD DEMMER Pada Tahun 1642
Kemudian diperluas dan diperbesar oleh : ARNOLD De VLAMING Van OUDS HOORN
Pada Tahun 1649 hingga Tahun 1656

sumber:  wisatamaluku.wordpress.com/wisata-provinsi-maluku/benteng-amsterdam/